Langsung ke konten utama

KEUTAMAAN MENJALANKAN USAHA DAKWAH

Keutamaan Menjalankan Usaha Dakwah

ا سلم عليكم ور حمة لله وبر كاته 

Hadirin Yang Dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala

Pada tulisan sebelumnya saya sudah sampaikan ayat Al-Qur’an Surah Ali Imran Ayat 104. Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wata’ala dengan tegas memerintahkan umat islam agar dapat mewujudkan satu golongan yang mempunyai tugas khusus, yakni mendakwahkan islam kepada semua manusia. Namun sayang, orang islam secara umum telah melalaikan perintah ini, saat ini kebanyakan dari kita beramal soleh hanya untuk diri sendiri tanpa mengajak ataupun memikirkan saudara muslim lainnya yang masih sering lalai dalam beramal soleh.

Perhatikanlah, orang-orang nonmuslim justru sangat mempehatikan hal ini, misalnya para misionaris Kristen, mereka siap menyebarkan agama mereka ke seluruh dunia dengan sungguh-sungguh. Begitu pula agama lain, mereka menyiapkan para penyebar agamanya. Namun, adakah di kalangan umat islam suatu jama’ah yang seperti itu? Jawabannya, jika dikatakan tidak ada sama sekali, tidak benar, tetapi jika dikatakan ada, juga sulit. Kalaupun ada sekelompok Kaum Muslimin atau pribadi muslim yang berusaha mentablighkan islam, bukan bantuan dan kerjasama yang diterima, tetapi berbagai halangan dan kritikan yang diperoleh.

Begitu bertubi-tubi rintangan ini, sehingga kalau tidak hari ini, maka besok para da’I akan meninggalkan dakwah yang mulia ini. Padahal, adalah kewajiban bagi setiap muslim membantu siapa saja yang benar-benar mentablighkan islam dan memperbaiki kekurangannya. Akan tetapi, yang terjadi malah sebaliknya. Ia sendiri tidak melakukan dakwah, tetapi menjadikan para da’I sebagai sasaran kritik, seolah-olah ingin menghentikan usaha mereka.

Hadirin Yang Dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala

Maka dari itu hadirin mulai saat ini jadikan dakwah sebagai maksud hidup, kemudian hidup untuk dakwah serta dakwah sampai mati dalam dakwah Lailahaillallah Muhammadarrasulullah. Sehingga manakala dakwah bisa kita tunaikan dengan sebaik-baiknya, banyak keutamaan yang akan kita peroleh.

Pertama, akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wata’ala dengan dikelompokkanke dalam kelompok umat yang terbaik (Khairu Ummah) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Ali-imran ayat 110.

 

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ    وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ    مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

 

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."

QS. Ali 'Imran[3]:110

Kedua, memperoleh pahala yang amat besar, dalam satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:

مَنْ دَلَّ عَلَئ خَيْرٍ فَلَهُ مَثَلُ أ جْرِ فَا عَلِه

“Barang siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”(H.R.Ahmad, Muslim Abu Dawud dan Tirmidzi)

Namun perlu diingatkan bahwa hadits di atas jangan sampai disalahpahami sehingga seseorang hanya mau berdakwah dengan pahala yang besar, lalu tidak mau mengamalkan apa yang didakwahinya itu, bila itu yang terjadi, tentu murka Allah yang lebih besar yang akan kita peroleh. Banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan keras kepada orang yang menasihati orang lain, tetapi ia sendiri tidak mengamalkan bahkan melakukan kemaksiatan.

Ketika malam Mi’raj, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sekelompok manusia yang bibirnya digunting-gunting dengan gunting api yang membara. Beliau bertanya, “siapakah orang-orang itu?” Malaikat Jibril Alaihis Salam menjawab, “Mereka adalah para pemberi nasihat dari umatmu yang tidak mengamalkan apa yang mereka nasihatkan kepada orang lain.” (dari Kitab Misykat)

Sebuah hadits lain menyebutkan, “Sebagian ahli surga akan mendatangi sebagian ahli neraka dan bertanya, ‘Mengapa kalian berada di neraka, padahal kami masuk surge karena telah mengamalkan nasihat-nasihatmu?’ Mereka menjawab, ‘Karena kami menasihati kalian, sedangkan kami sendiri tidak mengamalkannya.’” Hadits lain mengatakan, “siksa Jahannam akan lebih cepat menimpa kepada ulama yang jahat.” Mereka sangat terkejut dan bertanya “Mengapa azab Allah Subhanahu wata’ala lebih dahulu menimpa kami daripada menimpa para penyembah berhala?’ Dijawab, “Orang-orang yang sudah tahu tidak sama dengan orang-orang yang belum tahu.’”

Para ulama menulis bahwa nasihat-nasihat agama yang tidak diamalkan oleh orang yang memberikan nasihat kebanyakan tidak akan bermanfaat. Itulah sebabnya, meskipun pada zaman ini setiap hari ada bermacam-macam pengajian, nasihat, ceramah, dan tulisan-tulisan, namun kegiatan itu kurang berpengaruh. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 44

اَتَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَاَنْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتٰبَ ۗ    اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?"

QS. Al-Baqarah[2]:44

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ)

 

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).

 

Sayyidina Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang terkenal, berkata, “Yang paling aku takuti ialah pertanyaan yang akan ditanyakan kepadaku ketika Hari Kiamat di depan seluruh manusia, yaitu: Apakah kamu telah mengamalkan ilmu-ilmu yang kamu pelajari?” Seorang sahabat bertanya kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, “siapakah makhluk yang paling buruk?” Beliau menjawab, “Jangan bertanya kepadaku mengenai hal-hal buruk, bertanyalah mengenai hal-hal yang baik. Makhluk yang paling buruk adalah ulama yang jahat (ulama suu’).

 

Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “ilmu itu ada dua macam. Pertama,  ilmu yang hanya ada di bibir. Ilmu yang demikian justru akan menjadi alasan bagi Allah Subhanahu wata’ala untuk menyiksa pemiliknya. Kedua, ilmu yang memberi kesan di dalam hati. Inilah ilmu yang bermanfaat.” Kesimpulannya selain kita mempelajari ilmu untuk zahir kita, hendaknya kita juga mempelajari ilmu untuk batin kita, supaya di samping kita memperoleh ilmu, hati kita juga mendapatkan sifat-sifat yang baik. Kalau ilmu tidak berkesan di hati, maka Allah subhanahu wata’ala akan menuntut pada hari kiamat, Apakah kamu mengamalkan ilmu yang kamu miliki?.

 

Masih banyak hadits lain yang menyebutkan betapa keras ancaman Allah Subhanahu wata’ala mengenai hal ini. Oleh sebab itu saya memohon kepada para da’I agar terlebih dahulu mengamalkan apa yang telah disampaikan kepada orang lain dan terus memperbaiki diri baik secara lahir maupun batin. Jika hanya menyampaikan tetapi tidak mengamalkan, ia akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapat ancaman-ancaman tersebut. Meskipun demikian, walaupun kita belum mengamalkan, namun kita tetap wajibmenyampaikan disertai usaha mengamalkan dengan penuh tawadhu’.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKNA DAN TANGGUNG JAWAB DAKWAH

MAKNA DAN TANGGUNG JAWAB DAKWAH إ نّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَ...

Camilan Lezat dan Gurih Di Tebing Tinggi, Kerpik Kulit Lumpia (Kulpi)

Tebing Tinggi, elnews. Keripik Kulit Lumpia bisa pesan disini ⇓⇓                                    ⇓⇓ Pesan Keripik kulit Lumpia